Ikan Purba Bertutul dari Afrika

Ornate Bichir (Polypterus ornatapinnis) dianggap sebagai ikan keluarga bichir yang paling attraktif. Ikan berfisik unik ini mempunyai penampilan yang khas binatang purba. Selain itu ornate bichir merupakan salah satu ikan terbesar dalam family Polypteridae. Family polypteridae sendiri sudah ada sejak periode Cretaceous dan tidak mengalami perubahan setelah 60 juta tahun sehingga dikenal sebagai ikan purba. Ikan ini banyak tersebar di benua Afrika terutama afrika tengah dan barat mulai dari sungai Kongo (Zaire, Kamerun, Angola, Kongo, Burundi, Tanzania), anak sungai, rawa, kolam dan danau termasuk danau Tanganyika. 

Ornate bichir termasuk golongon bichir yang mempunyai penampilan menarik. Tubuh yang berwarna coklat gelap dengan tutul-tutul hitam dan kuning membuat ikan ini cantik dan mudah dibedakan dari ikan bichir yang lain. Tutul-tutul tersebut selain ada pada tubuhnya juga ada di kepala dan semua siripnya termasuk ekor. Ikan ini juga mempunyai dua mata yang kecil pada sisi kepalanya dan sepasang sungut di atas mulutnya. Ciri khas dari ikan bichir adalah tulang rawan pada sirip punggungnya. Jika pada ikan jenis lain tulang rawan berdekatan dan membentuk satu deretan sirip punggung, tetapi pada bichir tulang rawan tersebut mempunyai jarak sehingga membentuk banyak sirip punggung terpisah yang berderet dari punggung sampai ekor. Jumlah sirip punggung ikan ini berkisar antara 8-11. Selain itu, sirip dada dan anal sangat tebal dan dapat digunakan sebagai kaki sehingga memungkinkan ikan dapat berjalan saat keluar dari air. Secara fisik, bichir mempunyai penampilan mirip ular dan bukannlah perenang handal namun masih cukup cepat saat berburu. Cara mereka memakan mangsa adalah dengan menelannya langsung. Seperti bichir yang lain, ikan ini juga mempunyai sepasang paru-paru primitif yang memberikan kemampuan untuk bertahan di luar air dalam jangka waktu yang pendek. Ornate bichir dapat tumbuh hingga 61 cm (24”) namun di dalam aquarium hanya dapat tumbuh sekitar 18”. 


Ornate bichir merupakan bersifat karnivora di alam bebas dam membutuhkan makanan yang tepat. Untuk ikan yang masih kecil dan masa pertumbuhan maka makanan yang cocok adalah bloodworm, daphnia dan brineshrimpe. Ikan yang sudah dewasa dapat diberi makanan seperti udang, daging ikan, ikan kecil, anakan ikan, cacing tanah dan beberapa jenis kerang. Ikan ini merupakan pemakan yang rakus walaupun mempunyai perut yang kecil. Masalah bisa timbul karena kerakusannya yakni ikan bisa mati jika memakan makanan yang berukuran besar yang melebihi kuantitas perutnya. Ornate bichir yang telah dirawat di aquarium dapat dibiasakan untuk diberi pellet ikan sebagai makanannya. 


Untuk pemeliharaan di aquarium, ornate bichir membutuhkan area dasar yang cukup luas. Hal ini disebabkan ikan lebih banyak waktu di dasar air untuk menangkap mangsa. Anakan ikan dapat di rawat dalam tangki berukuran 55 gallon sampai mereka mencapai panjang 12” atau berusia sekitar satu tahun. Saat melebihi usia atau ukuran tersebut, mereka membutuhkan space yang lebih luas sekitar 180 gallon atau berdimensi 72”x24”x24”. Ornate bichir adalah ikan nocturnal namun terkadang mereka juga aktif di siang hari. Dekorasi menggunakan tanaman bukannlah hal yang perlu, cukup area yang luas dengan substrat lembut, serpihan kayu dan bebatuan kecil akan membuat ikan nyaman. Mengingat ikan ini bersifat nocturnal, memberikan tempat bersembunyi baik kayu, batu atau pipa merupakan pilihan yang tepat. Pemberian tutup pada tangki disarankan karena sebagai keluarga bichir ikan ini mudah untuk melarikan diri. Hal ini disebabkan kemampuannya yang dapat bernafas langsung di udara dan bentuk tubuhnya yang silinder membantunya melewati lubang yang ada pada tangki. Kondisi air harus selalu bersih dengan parameter suhu 25-28 0C, pH 6-8 dan kesadahan 5-25 0H. Penggantian air tangki dapat dilakukan sekali dalam seminggu. Sebagai predator, jangan campur ikan-ikan kecil dengan ikan ini karena akan dianggap sebagai mangsa. Ornate bichir merupakan tipe ikan yang menunggu mangsa bukan menyerang mangsa. Disarankan untuk mencampurnya dengan ikan-ikan asli Afrika lainnya seperti African butterflyfish, Cichlid, Bichir lain, Datnoids, Knifefish, Ctenopoma yang cukup besar, Catfish, Characin yang cukup besar dan lainnya. Ukuran tubuh adalah faktor penting dalam pemeliharaan predator walaupun satu spesies karena terkadang ikan bersifat kanibal.

Perbedaan ikan jantan dan betina dapat dilihat dari bentuk sirip analnya ketika dewasa. Pada ikan jantan biasanya memiliki sirip anal yang lebih tebal dan lebar dibanding betina. Selain itu, sirip anal jantan juga terlihat lebih gemuk dan padat dibanding betina. Teknik breeding ikan masih sangat jarang dilakukan di tangki, namun jika akan melakukannya dibutuhkan tangki berukuran besar. Ornate bichir bertelur pada musim hujan, jadi atur kondisi temperatur dan kimiawi air untuk menyerupai musim bertelur ikan di alam bebas. Air haruslah bersuhu cukup dingin, pH rendah dan berkesadahan rendah. Ikan ini bertipe “telur menyebar” jadi lebih baik menyediakan tanaman berdaun lebar atau sejenis pengumpul telur. Proses breeding diawali dengan jantan yang akan memburu dan menyentuh betina. Kemudian jantan akan menerima telur dari betina dengan meliukkan sirip anal dan panggulnya di sekitar alat genital betina. Jantan akan membuahi telur tersebut sebelum menyebar telurnya ke vegetasi yang ada. Setelah proses penyebaran telur, induk harus segera dipindahkan karena akan memakan telur mereka sendiri. Telur ikan akan menetas setelah 3-4 hari dan anakan ikan baru bisa berenang tiga hari kemudian. Anakan ikan dapat diberi makan brineshrimpe dan microworm.
TAKSONOMI
Kingdom
Animalia
Phylum
Chordata
Class
Order
Family
genus
Species
Polypterus ornatipinnis
 
Terima kasih sudah berkomentar